Rumus Excel Terpopuler dan Cara Menggunakannya

--

Share post:

Microsoft adalah salah satu aplikasi pengolah angka yang paling banyak digunakan di dunia, baik untuk keperluan pribadi maupun profesional. Excel memiliki banyak fitur dan fungsi yang dapat membantu Anda mengerjakan berbagai tugas, seperti membuat tabel, , laporan, analisis data, dan lainnya. Salah satu fitur yang paling berguna dan serbaguna adalah .

Rumus adalah pernyataan atau ekspresi yang menginstruksikan Excel untuk melakukan perhitungan atau operasi tertentu pada data yang ada di sel atau rentang sel. Rumus dapat menghasilkan nilai, teks, tanggal, waktu, atau hasil logika, tergantung pada jenis dan tujuan rumusnya. Rumus juga dapat mengacu pada sel lain, baik di lembar kerja yang sama maupun berbeda, atau bahkan di buku kerja yang berbeda.

Excel memiliki lebih dari 400 rumus yang telah dibuat sebelumnya, yang disebut fungsi, yang dapat Anda gunakan untuk berbagai keperluan. Fungsi-fungsi ini dikategorikan berdasarkan topik atau , seperti matematika, statistika, keuangan, logika, teks, tanggal dan waktu, dan lainnya. Anda juga dapat membuat rumus Anda sendiri dengan menggunakan operator aritmatika, perbandingan, dan logika, serta menggabungkan beberapa fungsi dalam satu rumus.

excel
excel

Dalam artikel ini, kami akan membahas 9 rumus Excel terpopuler dan cara menggunakannya. Rumus-rumus ini adalah:

  1. =SUM
  2. =AVERAGE
  3. =MIN
  4. =MAX
  5. =COUNT
  6. =IF
  7. =VLOOKUP
  8. =HLOOKUP
  9. =INDEX

Kami akan memberikan penjelasan rinci tentang apa itu rumus, bagaimana cara menulis dan memasukkan rumus, serta contoh-contoh penggunaan rumus dalam tabel dan gambar.

Apa itu Rumus dan Bagaimana Cara Menulis dan Memasukkan Rumus

Rumus adalah pernyataan atau ekspresi yang menginstruksikan Excel untuk melakukan perhitungan atau operasi tertentu pada data yang ada di sel atau rentang sel. Rumus biasanya dimulai dengan tanda sama dengan (=), diikuti oleh elemen-elemen yang membentuk rumus, seperti fungsi, operator, konstanta, atau referensi sel.

Berikut adalah contoh rumus sederhana yang menghitung jumlah dari dua angka:

=2+3

Rumus ini menghasilkan nilai 5, yang akan ditampilkan di sel tempat rumus dimasukkan.

Berikut adalah contoh rumus yang menggunakan fungsi SUM untuk menghitung jumlah dari rentang sel:

=SUM(A1:A10)

Rumus ini menghasilkan nilai yang sama dengan jumlah dari semua nilai yang ada di sel A1 sampai A10, yang akan ditampilkan di sel tempat rumus dimasukkan.

Berikut adalah contoh rumus yang menggunakan fungsi IF untuk menguji kondisi logika dan mengembalikan nilai berdasarkan hasilnya:

=IF(B1>10,"Lebih besar","Lebih kecil atau sama dengan")

Rumus ini menguji apakah nilai di sel B1 lebih besar dari 10 atau tidak. Jika ya, maka rumus akan mengembalikan teks “Lebih besar”. Jika tidak, maka rumus akan mengembalikan teks “Lebih kecil atau sama dengan”. Teks yang dikembalikan akan ditampilkan di sel tempat rumus dimasukkan.

Untuk menulis dan memasukkan rumus, Anda dapat menggunakan salah satu dari dua cara berikut:

  • Cara pertama adalah dengan mengetik rumus secara manual di bilah formula, yang terletak di bagian atas lembar kerja, di sebelah kiri tombol Enter. Anda dapat mengetik rumus dengan menggunakan keyboard, atau dengan menggunakan tombol-tombol yang ada di bilah formula, seperti tanda sama dengan (=), tanda kurung (()), dan tanda koma (,). Anda juga dapat menggunakan tombol Insert Function (fx) untuk membuka kotak dialog Function Library, yang memungkinkan Anda memilih dan memasukkan fungsi yang Anda inginkan. Setelah Anda selesai mengetik rumus, tekan tombol Enter untuk memasukkan rumus ke sel aktif.
  • Cara kedua adalah dengan menggunakan fitur AutoSum, yang terletak di tab Home, grup Editing, atau di tab Formulas, grup Function Library. AutoSum adalah tombol yang memiliki ikon sigma (∑), yang dapat Anda gunakan untuk memasukkan rumus yang paling umum digunakan, seperti =SUM, =AVERAGE, =COUNT, =MIN, dan =MAX. Untuk menggunakan AutoSum, pilih sel tempat Anda ingin memasukkan rumus, lalu klik tombol AutoSum. Excel akan secara otomatis mendeteksi rentang sel yang ingin Anda hitung, dan menampilkan rumus di bilah formula. Anda dapat mengubah atau menyesuaikan rentang sel jika perlu, lalu tekan tombol Enter untuk memasukkan rumus ke sel aktif.

1] =SUM

=SUM adalah fungsi yang digunakan untuk menghitung jumlah dari satu atau lebih angka, sel, atau rentang sel. Fungsi ini termasuk dalam kategori Matematika dan Trigonometri, dan merupakan salah satu fungsi yang paling sering digunakan dalam Excel.

Sintaks dari fungsi =SUM adalah sebagai berikut:

=SUM(number1,[number2],...)

Di mana:

  • number1 adalah angka, sel, atau rentang sel yang wajib dimasukkan sebagai argumen pertama.
  • [number2],… adalah angka, sel, atau rentang sel tambahan yang opsional, yang dapat dimasukkan hingga maksimal 255 argumen.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =SUM:

ABCD
10203040
50607080
90100110120
  • =SUM(2,3,4) menghasilkan nilai 9, yang merupakan jumlah dari tiga angka yang dimasukkan sebagai argumen.
  • =SUM(A1,B1,C1,D1) menghasilkan nilai 100, yang merupakan jumlah dari nilai yang ada di sel A1 sampai D1.
  • =SUM(A1:D2) menghasilkan nilai 350, yang merupakan jumlah dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D2.
  • =SUM(A1:A3,C1:C3) menghasilkan nilai 330, yang merupakan jumlah dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai A3 dan C1 sampai C3.
  • =SUM(A1:D3,5) menghasilkan nilai 815, yang merupakan jumlah dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D3 dan angka 5 yang dimasukkan sebagai argumen tambahan.

2] =AVERAGE

=AVERAGE adalah fungsi yang digunakan untuk menghitung rata-rata aritmatika dari satu atau lebih angka, sel, atau rentang sel. Fungsi ini termasuk dalam kategori Statistik, dan merupakan salah satu fungsi yang paling sering digunakan untuk menganalisis data dalam Excel.

Sintaks dari fungsi =AVERAGE adalah sebagai berikut:

=AVERAGE(number1,[number2],...)

Di mana:

  • number1 adalah angka, sel, atau rentang sel yang wajib dimasukkan sebagai argumen pertama.
  • [number2],… adalah angka, sel, atau rentang sel tambahan yang opsional, yang dapat dimasukkan hingga maksimal 255 argumen.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =AVERAGE:

ABCD
10203040
50607080
90100110120
  • =AVERAGE(2,3,4) menghasilkan nilai 3, yang merupakan rata-rata aritmatika dari tiga angka yang dimasukkan sebagai argumen.
  • =AVERAGE(A1,B1,C1,D1) menghasilkan nilai 25, yang merupakan rata-rata aritmatika dari nilai yang ada di sel A1 sampai D1.
  • =AVERAGE(A1:D2) menghasilkan nilai 43.75, yang merupakan rata-rata aritmatika dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D2.
  • =AVERAGE(A1:A3,C1:C3) menghasilkan nilai 55, yang merupakan rata-rata aritmatika dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai A3 dan C1 sampai C3.
  • =AVERAGE(A1:D3,5) menghasilkan nilai 67.5, yang merupakan rata-rata aritmatika dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D3 dan angka 5 yang dimasukkan sebagai argumen tambahan.

3] =MIN

=MIN adalah fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai minimum atau terkecil dari satu atau lebih angka, sel, atau rentang sel. Fungsi ini termasuk dalam kategori Statistik, dan merupakan salah satu fungsi yang berguna untuk menemukan nilai terendah dalam kumpulan data.

Sintaks dari fungsi =MIN adalah sebagai berikut:

=MIN(number1,[number2],...)

Di mana:

  • number1 adalah angka, sel, atau rentang sel yang wajib dimasukkan sebagai argumen pertama.
  • [number2],… adalah angka, sel, atau rentang sel tambahan yang opsional, yang dapat dimasukkan hingga maksimal 255 argumen.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =MIN:

ABCD
10203040
50607080
90100110120
  • =MIN(2,3,4) menghasilkan nilai 2, yang merupakan nilai minimum dari tiga angka yang dimasukkan sebagai argumen.
  • =MIN(A1,B1,C1,D1) menghasilkan nilai 10, yang merupakan nilai minimum dari nilai yang ada di sel A1 sampai D1.
  • =MIN(A1:D2) menghasilkan nilai 10, yang merupakan nilai minimum dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D2.
  • =MIN(A1:A3,C1:C3) menghasilkan nilai 10, yang merupakan nilai minimum dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai A3 dan C1 sampai C3.
  • =MIN(A1:D3,5) menghasilkan nilai 5, yang merupakan nilai minimum dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D3 dan angka 5 yang dimasukkan sebagai argumen tambahan.

4] =MAX

=MAX adalah fungsi yang digunakan untuk menghitung nilai maksimum atau terbesar dari satu atau lebih angka, sel, atau rentang sel. Fungsi ini termasuk dalam kategori Statistik, dan merupakan salah satu fungsi yang berguna untuk menemukan nilai tertinggi dalam kumpulan data.

Sintaks dari fungsi =MAX adalah sebagai berikut:

=MAX(number1,[number2],...)

Di mana:

  • number1 adalah angka, sel, atau rentang sel yang wajib dimasukkan sebagai argumen pertama.
  • [number2],… adalah angka, sel, atau rentang sel tambahan yang opsional, yang dapat dimasukkan hingga maksimal 255 argumen.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =MAX:

ABCD
10203040
50607080
90100110120
  • =MAX(2,3,4) menghasilkan nilai 4, yang merupakan nilai maksimum dari tiga angka yang dimasukkan sebagai argumen.
  • =MAX(A1,B1,C1,D1) menghasilkan nilai 40, yang merupakan nilai maksimum dari nilai yang ada di sel A1 sampai D1.
  • =MAX(A1:D2) menghasilkan nilai 80, yang merupakan nilai maksimum dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D2.
  • =MAX(A1:A3,C1:C3) menghasilkan nilai 110, yang merupakan nilai maksimum dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai A3 dan C1 sampai C3.
  • =MAX(A1:D3,5) menghasilkan nilai 120, yang merupakan nilai maksimum dari nilai yang ada di rentang sel A1 sampai D3 dan angka 5 yang dimasukkan sebagai argumen tambahan.

5] =COUNT

=COUNT adalah fungsi yang digunakan untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka, baik yang dimasukkan secara langsung maupun yang dihasilkan oleh rumus lain. Fungsi ini termasuk dalam kategori Statistik, dan merupakan salah satu fungsi yang berguna untuk menghitung frekuensi atau jumlah data numerik dalam kumpulan data.

Sintaks dari fungsi =COUNT adalah sebagai berikut:

=COUNT(value1,[value2],...)

Di mana:

  • value1 adalah angka, sel, atau rentang sel yang wajib dimasukkan sebagai argumen pertama.
  • [value2],… adalah angka, sel, atau rentang sel tambahan yang opsional, yang dapat dimasukkan hingga maksimal 255 argumen.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =COUNT:

ABCD
10203040
50607080
90100110120
  • =COUNT(2,3,4) menghasilkan nilai 3, yang merupakan jumlah sel yang berisi angka yang dimasukkan sebagai argumen.
  • =COUNT(A1,B1,C1,D1) menghasilkan nilai 4, yang merupakan jumlah sel yang berisi angka yang ada di sel A1 sampai D1.
  • =COUNT(A1:D2) menghasilkan nilai 8, yang merupakan jumlah sel yang berisi angka yang ada di rentang sel A1 sampai D2.
  • =COUNT(A1:A3,C1:C3) menghasilkan nilai 6, yang merupakan jumlah sel yang berisi angka yang ada di rentang sel A1 sampai A3 dan C1 sampai C3.
  • =COUNT(A1:D3,5) menghasilkan nilai 13, yang merupakan jumlah sel yang berisi angka yang ada di rentang sel A1 sampai D3 dan angka 5 yang dimasukkan sebagai argumen tambahan.

6] =IF

=IF adalah fungsi yang digunakan untuk menguji kondisi logika dan mengembalikan nilai berdasarkan hasilnya. Fungsi ini termasuk dalam kategori Logika, dan merupakan salah satu fungsi yang paling fleksibel dan berguna dalam Excel.

Sintaks dari fungsi =IF adalah sebagai berikut:

=IF(logical_test,value_if_true,value_if_false)

Di mana:

  • value_if_true adalah nilai yang akan dikembalikan jika logical_test bernilai TRUE. Nilai ini dapat berupa angka, teks, tanggal, waktu, rumus, atau referensi sel.
  • value_if_false adalah nilai yang akan dikembalikan jika logical_test bernilai FALSE. Nilai ini dapat berupa angka, teks, tanggal, waktu, rumus, atau referensi sel.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =IF:

ABCD
10203040
50607080
90100110120
  • =IF(2>3,”Benar”,”Salah”) menghasilkan teks “Salah”, yang merupakan nilai yang dikembalikan jika kondisi 2>3 bernilai FALSE.
  • =IF(A1>B1,A1,B1) menghasilkan nilai 20, yang merupakan nilai yang dikembalikan jika kondisi A1>B1 bernilai TRUE. Jika kondisi tersebut bernilai FALSE, maka nilai yang dikembalikan adalah B1.
  • =IF(A1:D2>50,”Lulus”,”Gagal”) menghasilkan rentang sel yang berisi teks “Lulus” atau “Gagal”, tergantung pada hasil perbandingan antara setiap sel di rentang A1:D2 dengan angka 50. Jika sel tersebut lebih besar dari 50, maka teks yang dikembalikan adalah “Lulus”. Jika tidak, maka teks yang dikembalikan adalah “Gagal”.
  • =IF(A1:A3>C1:C3,”A”,”C”) menghasilkan rentang sel yang berisi teks “A” atau “C”, tergantung pada hasil perbandingan antara setiap sel di rentang A1:A3 dengan sel yang sesuai di rentang C1:C3. Jika sel di rentang A1:A3 lebih besar dari sel di rentang C1:C3, maka teks yang dikembalikan adalah “A”. Jika tidak, maka teks yang dikembalikan adalah “C”.
  • =IF(A1:D3>100,A1:D3-10,A1:D3+10) menghasilkan rentang sel yang berisi nilai yang dihasilkan dari operasi aritmatika yang tergantung pada hasil perbandingan antara setiap sel di rentang A1:D3 dengan angka 100. Jika sel tersebut lebih besar dari 100, maka nilai yang dikembalikan adalah sel tersebut dikurangi 10. Jika tidak, maka nilai yang dikembalikan adalah sel tersebut ditambah 10.

7] =VLOOKUP

=VLOOKUP adalah fungsi yang digunakan untuk mencari nilai dalam sebuah tabel atau rentang sel berdasarkan kriteria tertentu, dan mengembalikan nilai yang sesuai dari yang ditentukan. Fungsi ini termasuk dalam kategori Pencarian dan Referensi, dan merupakan salah satu fungsi yang paling berguna untuk menggabungkan data dari sumber yang berbeda atau untuk mencari informasi tertentu dalam sebuah tabel.

Sintaks dari fungsi =VLOOKUP adalah sebagai berikut:

=VLOOKUP(lookup_value,table_array,col_index_num,[range_lookup])

Di mana:

  • lookup_value adalah nilai yang ingin Anda cari dalam tabel atau rentang sel. Nilai ini dapat berupa angka, teks, tanggal, waktu, atau referensi sel.
  • table_array adalah tabel atau rentang sel yang berisi data yang ingin Anda cari. Tabel atau rentang sel ini harus memiliki setidaknya dua kolom, dan nilai yang ingin Anda cari harus berada di kolom pertama.
  • col_index_num adalah nomor kolom dalam tabel atau rentang sel yang berisi nilai yang ingin Anda kembalikan. Nomor kolom ini harus berupa angka positif, dimulai dari 1 untuk kolom pertama, 2 untuk kolom kedua, dan seterusnya.
  • [range_lookup] adalah argumen opsional yang menentukan apakah Anda ingin mencari nilai yang tepat atau yang mendekati. Nilai ini dapat berupa TRUE atau FALSE, atau 1 atau 0. Jika Anda memasukkan TRUE atau 1, atau mengosongkan argumen ini, maka fungsi =VLOOKUP akan mencari nilai yang mendekati, yaitu nilai yang kurang dari atau sama dengan lookup_value, dengan asumsi bahwa kolom pertama dalam tabel atau rentang sel sudah diurutkan secara menaik. Jika Anda memasukkan FALSE atau 0, maka fungsi =VLOOKUP akan mencari nilai yang tepat, yaitu nilai yang sama persis dengan lookup_value, tanpa memperhatikan urutan kolom pertama dalam tabel atau rentang sel.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =VLOOKUP:

ABCD
NamaNilaiKeteranganKode
Andi80LulusA001
Budi70LulusA002
Cici60LulusA003
Dedi50GagalA004
Eka40GagalA005
  • =VLOOKUP(“Budi”,A1:D5,2,FALSE) menghasilkan nilai 70, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari kolom kedua dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai “Budi” yang dicari dalam kolom pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang tepat.
  • =VLOOKUP(“Cici”,A1:D5,3,TRUE) menghasilkan teks “Lulus”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari kolom ketiga dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai “Cici” yang dicari dalam kolom pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang mendekati.
  • =VLOOKUP(A2,A1:D5,4,FALSE) menghasilkan teks “A001”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari kolom keempat dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai yang ada di sel A2 yang dicari dalam kolom pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang tepat.
  • =VLOOKUP(45,A1:D5,1,TRUE) menghasilkan teks “Dedi”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari kolom pertama dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai 45 yang dicari dalam kolom pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang mendekati.

8] =HLOOKUP

=HLOOKUP adalah fungsi yang digunakan untuk mencari nilai dalam sebuah tabel atau rentang sel berdasarkan kriteria tertentu, dan mengembalikan nilai yang sesuai dari baris yang ditentukan. Fungsi ini termasuk dalam kategori Pencarian dan Referensi, dan merupakan fungsi yang mirip dengan fungsi VLOOKUP, namun berbeda dalam hal orientasi data. Fungsi HLOOKUP mencari nilai dalam baris pertama tabel atau rentang sel, dan mengembalikan nilai dari baris yang ditentukan, sedangkan fungsi VLOOKUP mencari nilai dalam kolom pertama tabel atau rentang sel, dan mengembalikan nilai dari kolom yang ditentukan.

Sintaks dari fungsi =HLOOKUP adalah sebagai berikut:

=HLOOKUP(lookup_value,table_array,row_index_num,[range_lookup])

Di mana:

  • lookup_value adalah nilai yang ingin Anda cari dalam tabel atau rentang sel. Nilai ini dapat berupa angka, teks, tanggal, waktu, atau referensi sel.
  • table_array adalah tabel atau rentang sel yang berisi data yang ingin Anda cari. Tabel atau rentang sel ini harus memiliki setidaknya dua baris, dan nilai yang ingin Anda cari harus berada di baris pertama.
  • row_index_num adalah nomor baris dalam tabel atau rentang sel yang berisi nilai yang ingin Anda kembalikan. Nomor baris ini harus berupa angka positif, dimulai dari 1 untuk baris pertama, 2 untuk baris kedua, dan seterusnya.
  • [range_lookup] adalah argumen opsional yang menentukan apakah Anda ingin mencari nilai yang tepat atau yang mendekati. Nilai ini dapat berupa TRUE atau FALSE, atau 1 atau 0. Jika Anda memasukkan TRUE atau 1, atau mengosongkan argumen ini, maka fungsi =HLOOKUP akan mencari nilai yang mendekati, yaitu nilai yang kurang dari atau sama dengan lookup_value, dengan asumsi bahwa baris pertama dalam tabel atau rentang sel sudah diurutkan secara menaik. Jika Anda memasukkan FALSE atau 0, maka fungsi =HLOOKUP akan mencari nilai yang tepat, yaitu nilai yang sama persis dengan lookup_value, tanpa memperhatikan urutan baris pertama dalam tabel atau rentang sel.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =HLOOKUP:

ABCD
NamaNilaiKeteranganKode
Andi80LulusA001
Budi70LulusA002
Cici60LulusA003
Dedi50GagalA004
Eka40GagalA005
  • =HLOOKUP(“Nilai”,A1:D5,2,FALSE) menghasilkan nilai 80, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari baris kedua dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai “Nilai” yang dicari dalam baris pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang tepat.
  • =HLOOKUP(“Keterangan”,A1:D5,3,TRUE) menghasilkan teks “Lulus”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari baris ketiga dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai “Keterangan” yang dicari dalam baris pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang mendekati.
  • =HLOOKUP(B1,A1:D5,4,FALSE) menghasilkan teks “A001”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari baris keempat dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai yang ada di sel B1 yang dicari dalam baris pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang tepat.
  • =HLOOKUP(45,A1:D5,1,TRUE) menghasilkan teks “Nilai”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari baris pertama dalam tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nilai 45 yang dicari dalam baris pertama, dengan menggunakan pencarian nilai yang mendekati.

9] =INDEX

=INDEX adalah fungsi yang digunakan untuk mengembalikan nilai dari sel tertentu dalam sebuah tabel atau rentang sel, berdasarkan nomor baris dan kolom yang ditentukan. Fungsi ini termasuk dalam kategori Pencarian dan Referensi, dan merupakan salah satu fungsi yang berguna untuk mengambil data dari sumber yang berbeda atau untuk menghasilkan referensi sel dinamis.

Sintaks dari fungsi =INDEX adalah sebagai berikut:

=INDEX(array,row_num,[column_num])

Di mana:

  • array adalah tabel atau rentang sel yang berisi data yang ingin Anda kembalikan. Tabel atau rentang sel ini harus memiliki setidaknya satu baris dan satu kolom.
  • row_num adalah nomor baris dalam tabel atau rentang sel yang berisi nilai yang ingin Anda kembalikan. Nomor baris ini harus berupa angka positif, dimulai dari 1 untuk baris pertama, 2 untuk baris kedua, dan seterusnya.
  • [column_num] adalah nomor kolom dalam tabel atau rentang sel yang berisi nilai yang ingin Anda kembalikan. Nomor kolom ini harus berupa angka positif, dimulai dari 1 untuk kolom pertama, 2 untuk kolom kedua, dan seterusnya. Jika Anda mengosongkan argumen ini, maka fungsi =INDEX akan mengembalikan seluruh baris yang ditentukan oleh row_num.

Berikut adalah contoh penggunaan fungsi =INDEX:

ABCD
NamaNilaiKeteranganKode
Andi80LulusA001
Budi70LulusA002
Cici60LulusA003
Dedi50GagalA004
Eka40GagalA005
  • =INDEX(A1:D5,2,3) menghasilkan teks “Lulus”, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari sel yang berada di baris kedua dan kolom ketiga dalam tabel atau rentang sel A1:D5.
  • =INDEX(A1:D5,4,0) menghasilkan rentang sel D4:D5, yang merupakan seluruh baris yang dikembalikan dari tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nomor baris 4 yang ditentukan.
  • =INDEX(A1:D5,0,4) menghasilkan rentang sel D1:D5, yang merupakan seluruh kolom yang dikembalikan dari tabel atau rentang sel A1:D5, berdasarkan nomor kolom 4 yang ditentukan.
  • =INDEX(A1:D5,5,2) menghasilkan nilai 40, yang merupakan nilai yang dikembalikan dari sel yang berada di baris kelima dan kolom kedua dalam tabel atau rentang sel A1:D5.

ARTIKEL TERKAIT

Cara Membuat Teks yang Menarik dengan Text Decoration di MS Word

Apakah Anda ingin membuat teks yang menarik perhatian pembaca dengan menggunakan berbagai efek seperti garis bawah, coretan, bayangan,...

Cara Menghitung Selisih Hari antara Dua Tanggal di Excel

Apakah Anda pernah ingin mengetahui berapa hari yang tersisa hingga liburan Anda? Atau berapa hari yang telah berlalu...

Cara Membandingkan Dua Dokumen di Microsoft Word dengan Mudah dan Cepat

Apakah Anda pernah ingin membandingkan dua dokumen di Microsoft Word untuk melihat perbedaan atau kemiripan di antara keduanya?...

Cara Memperbesar atau Mengecilkan Dokumen Microsoft Word dengan Mudah dan Cepat

Apakah Anda pernah merasa kesulitan membaca atau mengedit dokumen Microsoft Word karena ukuran tulisannya terlalu kecil atau terlalu...